Kesimpulan tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak serta Kaitannya dengan Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Fery Setyawan Saputra, S.Pd. Saya adalah Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Cilacap. Saya guru Bahasa Inggris di SMP PGRI 7 Wanareja. Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi kesimpulan tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak serta kaitannya dengan Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.
Menurut
Ki Hadjar Dewantara, pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup
tumbuhnya anak-anak. Pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan
kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota
masyarakat. Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam
masyarakat. Dan untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka
pendidikan menjadi salah satu kunci utamanya. Pendidikan dapat menjadi ruang
berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat
diteruskan atau diwariskan. Dalam proses “menuntun” oleh guru, anak diberi
kebebasan namun guru sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak
tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Guru juga harus mendidik anak dengan
cara yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.
Contoh Video Pembelajaran Bahasa Inggris yang Berpihak Pada Murid
Guru
Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid
secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya. Guru
penggerak harus mampu mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada
murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk
mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila adalah sebuah
pedoman/penunjuk arah yang konsisten dalam pendidikan di Indonesia dan menjadi
pegangan untuk para guru dalam membangun karakter murid melalui pembiasaan dan keteladanan dalam kegiatan
pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid. Pelajar Pancasila disini berarti pelajar sepanjang hayat yang
kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila yaitu beriman,
bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong,
berkebinekaan global, bernalar kritis dan kreatif.
Guru Penggerak harus memiliki nilai-nilai Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid untuk diimplementasikan dalam perannya sebagai berikut:
1. Menjadi Pemimpin Pembelajaran
Guru Penggerak berperan besar dalam membuat
lingkungan sekolah yang nyaman dan menjadi pemimpin yang berorientasi pada
murid dengan memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung
tumbuh-kembang mereka.
2. Menggerakkan
Komunitas Praktisi
Guru Penggerak mampu berpartisipasi aktif dalam membuat
komunitas belajar dan berbagi praktik baik sebagai bahan pembelajaran untuk
para rekan guru di sekolah dan wilayahnya
3. Menjadi
Coach Bagi Guru Lain
Menjadi mentor bagi rekan
guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah, mendeteksi aspek-aspek
yang bisa ditingkatkan, merefleksikan hasil pengalaman diri sendiri dan guru
lain, serta memantau perkembangan rekan guru.
4. Mendorong
Kolaborasi Antar Guru
Memetakan, membangun dialog
dan membuka ruang diskusi positif dan kolaborasi antara guru dan pemangku
kepentingan di dalam dan di luar sekolah untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.
5. Mewujudkan
Kepemimpinan Murid
Membantu
murid untuk mandiri dan memunculkan
motivasi murid untuk belajar, serta membangun karakter murid di sekolah dengan
keteladanan.
Dalam menjalankan peran saya sebagai guru penggerak, saya harus tetap berpijak pada nilai-nilai guru penggerak yakni mandiri, kolaboratif, reflektif, inovatif dan berpihak pada murid. Dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, saya sebagai calon guru penggerak harus mengenali, memaknai, memiliki dan menjiwai nilai-nilai tersebut. Nilai ini yang nantinya akan mendukung saya sebagai calon guru penggerak dalam melaksanakan peran-peran saya. Nilai tersebut berfungsi sebagai standar pengambilan keputusan, bahan evaluasi, dan motivasi. Nilai yang saling mendukung ini yang diharapkan terus tumbuh dan dilestarikan dalam diri seorang Guru Penggerak agar menjadi pedoman berperilaku dalam menjalankan perannya.
Untuk
menguatkan peran dan nilai tersebut saya harus mengimplementasikannya dalam tugas sehari-hari
saya. Saya perlu membuat refleksi dalam setiap kegiatan yang saya lakuakn untuk
terus memperbaiki dan menguatkan nilai dan peran saya sebagai calon guru penggerak.
Saya juga harus mampu menjadi teladan bagi siswa bahkan guru-guru lain. Saya yakin
bahwa saya mampu bergerak, tergerak dan menggerakkan diri dan orang lain.
Tentu saja sebagai makhluk sosial saya membutuhkan orang lain untuk dapat membantu saya menjadi calon guru penggerak yang baik. Untuk menjadi pemimpin pembelajaran saya membutuhkan dukungan rekan guru dan kepala sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman. Untuk menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru dan berbagi praktik baik, saya membutuhkan partisipasi aktif rekan-rekan guru di sekolah dan wilayah sekitar. Saya juga membutuhkan izin dari kepala sekolah untuk kegiatan-kegiatan pendukung demi peningkatan kualitas pembelajaran yang berpihak pada siswa. Demikian pula ketika saya harus membangun dialog dan membuka ruang diskusi positif dan kolaborasi antara guru serta pemangku kepentingan di dalam dan di luar sekolah tentu saja saya membutuhkan dukungan rekan guru, kepala sekolah bahkan orang tua murid. Dan dalam peran saya mewujudkan kepemimpinan murid, saya membutuhkan peran aktif, motivasi dan sikap mandiri dari murid itu sendiri. Saya berharap saya mampu memberikan tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak dengan mengimplementasikan nilai dan peran saya sebagai calon guru penggerak untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Demikian semoga bermanfaat.
Salam
Guru Penggerak!
Guru
bergerak, Indonesia maju.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



ConversionConversion EmoticonEmoticon